Kolam Sobat Sering Berwarna Hijau? Ini Penyebabnya! #greenypond101

Posted by Bali Reef Aquarium on

Halo sobat akuatik! Disini ada yang lagi frustasi gak nih sama kolamnya?

Hmm.. koi-koinya sehat dan cantik, tetapi sayang kolamnya butek!

Sudah capek-capek rakit filter DIY(filter buatan sendiri) tetapi kolamnya tetap keruh? Bahkan berwarna hijau..

Hijaunya kolam biasanya disebabkan oleh Phytoplankton. Yakni mikroorganisme yang termasuk dalam keluarga ganggang hijau(algae). Pada umumnya, ini disebabkan oleh dua jenis alga. Yakni alga yang berserat(menempel di sisi kolam lalu menjadi lumut) dan yang bersel satu(yang menyebar di air--membuat air tampak hijau).

Jadi, kira kira apa penyebab ganggang ini tumbuh subur di kolam yah?

1. Letak Kolam

Letak kolam yang langsung terpapar sinar matahari mempercepat proses fotosintesis dari alga yang berada di dalam air,  dimana alga dengan mudah menyerap oksigen, makanan dan nutrisi di dalam air sehingga mempercepat proses reproduksinya. Maka dari itu, air kolam indoor memiliki resiko beralga lebih rendah dibanding dengan kolam outdoor karena terkena cahaya matahari yang lebih sedikt.

Untuk meminimalisir permasalahan ini, kawan di anjurkan untuk memberikan peneduh, yaitu pepohonan yang rimbun ataupun lotus di dalam air.

 

2. Sistem Filtrasi Kolam yang Tidak Memumpuni

Spons sudah, foam sudah, bio ball sudah, Tapi kenapa tetap hijau ya?

Itu karena sobat akuatik belum menambahkan bahan filtrasi lainnya!

Dalam sistem filtrasi kolam, penempatan serta pemilihan bahan filter menjadi hal terpenting dalam suksesnya filtrasi yang ada di kolam anda. 


Berikut merupakan contoh penyusunan bahan filtrasi yang lengkap dan benar. Diawali oleh air masuk yang akan mengarahkan ke;

  • Skimmer

    Skimmer adalah sistem penyaringan mekanis yang bekerja dengan cara mengumpulkan sampah-sampah seperti daun, rumput yang terjatuh ke permukaan kolam. Skimmer akan menarik air pada permukaan lalu menyaring sampah pada air yang selanjutnya akan diteruskan ke pompa.

    Skimmer juga berfungsi untuk menjaga air dari senyawa organik terlarut. Tanpa skimmer, mungkin saja permukaan kolam anda akan tertutp oleh lapisan tipis bening yang berminyak(protein bio film). Lapisan inilah yang akan menghambat pertukaran oksigen yang terserap kedalam air.

    Skimmer Kolam

    • Filter Mekanis

      Filter mekanis berfungsi untuk menyaring kotoran padat(tanaman busuk, serangga kering, daun kering, dsb) dan kotoran cair(kotoran ikan, lumpur, dsb) pada kolam. Karena bentuk kotoran berbeda beda, adapun penyusunan filter mekanis dimulai dari bahan yang memiliki pori-pori besar lalu dilanjutkan oleh penyaring dengan pori-pori yang lebih tipis. Contohnya;

      Dari  Blue Bio Matt->Black Bio Foam->White Sponge->Brush

       


      • Filter Biologi

        Filter biologi bekerja dengan bakteri dari pengurai ammonia(Nitrosomonas sp, dan bakteri Nitrobacter sp.). Bakteri akan hidup dengan baik dan menempel di media dan lingkungan filtrasi biologi yang mendukung. Nitrosomonas akan mengubah amonia menjadi nitrit, sedangkan nitrobacter akan mengubah nitrit menjadi nitrat. Filter biologi akan mengurangi amonia yang dihasilkan oleh  ikan, jamur, dan sisa pakan ikan didalam air.

        Maka dari itu semakin banyak kita memberi makan ikan(over feeding) maka akan semakin banyak ammonia yang akan dihasilka. Hal ini akan memperberat kerja bakteri pengurai di dalam filter. Maka gunakanlah media filter biologis dengan jumlah yang pas sesuai dengan kapasitas dan banyak ikan dalam kolam.

        Berikut contoh dari filter biologi. Ada bisa menggunakan; 

        1. Bio Ball

        Bioball Biasa

        Bioball Rambutan

        2. Ceramic Ring(Bio Ring)

        Bio Ring

        3. Kaldness

        K1 - Ukuran Kecil

        K3 - Ukuran Besar

        • Filter Kimia

          Filter kimia merupakan filter yang mengikat zat-zat berbahaya(polutan) yang tersisa didalam air untuk memastikan bahwa tidak ada lagi zat beracun yang ada. Umumnya filter ini digunakan sesuai dengan jenis penyaringan yang dibutuhkan. Karena filter kimia bekerja dengan cara mengikat/menyerap zat-zat kimiawi, maka perlu adanya pergantian filter secara berkala saat media filter sudah jenuh.

          Berikut beberapa jenis media filter kimia:

          1. Batu Zeolit

            Merupakan pecahan batu alam berwarna keabu-abuan yang mengandung alumino-silikat berhidrat dengan kation natrium, kalium dan barium. Zat inilah yang nantinya akan membantu mengikat ammonia yang masih tersisa di air, sehingga zeolit akan jenuh setelah penggunaan selama 6 bulan dan batu harus diganti dengan yang baru.

            Batu Zeolite

            2. Karbon Aktif (Activated Carbon)

            Karbon aktif digunakan untuk menyerap zat organik yang tidak diinginkan, seperti phenol, detergen, cresol, serta bahan toksik yang tidak dapat diuraikan. Karbon aktif ini juga mampu unutk menjerihkan air, dan menghilangkan bau pada kolam karena sifatnya yang menetralisir. 

            Perlu diketahui bahwa kemampuan menyaring dari karbon aktif semakin lama akan semakin berkurang(menjenuh). Maka dari itu harus dilakukan pergantian berkala setiap 4 bulan sekali. Karbon aktif juga harus dicuci hingga bersih(agar air kolam tidak berwarna hitam) sebelum dimasukkan dalam jaring kain dan diletakkan di chamber/sekat. 

            Activated Carbon

            • Filter UV(Ultra Violet)

            Filter UV merupakan filter tambahan yang bekerja ni bekerja ketika air yang tersedot pada filter akan diberi sinar UV(yang sudah berisi selubung penutup)  guna mematikan bakteri, virus, protozoa, alga atau jamur secara efektif. Filter ini tidak meninggalkan residu atau di dalam kolam. Pancaran sinar radiasi yang kuat, mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat pada air. 

            Umumnya filter ini diletakan sebelum masuk filter mekanis. Agar mikroorganisme dan ganggang yang mati dapat dibersihkan melalui filter mekanis. Namun ada juga yang menempatkannya pada chamber urutan terakhir dalam filtrasi. Pancaran radiasi dari sinar UV akan melemah seiring jalannya waktu, maka dari itu bohlam lampu UV sebaiknya diganti satu tahun sekali. Hindari untuk melihat lampu UV secara langsung karena dapat mengakibatkan radiasi atau radang terhadap mata ya sobat! 

            UVC Lamp Unit

             

            • Filter External

            Nah, jika sobat tidak punya waktu untuk membuat filter sekat (DIY), filter external bisa menjadi salah satu alternatif loh! Filter eksternal atau yang biasa disebut ‘Cannister Filter’ ialah filter berbentuk tabung praktis(cannister) yang didalamnya sudah terisi filter mekanis, biologi dan kimia. Dibeberapa merk, eksternal filtersudah dilengkapi filter uv dan pompa didalamnya. Walaupun praktis dan efisien, jangan lupa ya sobat! untuk rajin mengecek media filternya jika kotoran pada sponsnya sudah penuh~

            Canister Filter

            3. Jarangnya Pengurasan & Pembersihan Kolam

            Nutrisi yang memberi makan alga dapat dikurangi secara signifikan dengan membersihkan kotoran dan lumpur dari dasar kolam loh! Untuk kolam kecil, mungkin mudah bagi sobat untuk membersihkannya dengan sikat manual. Namun bagaimana jika kolamnya besar? Sobat pasti lebih kesulitan dong dalam membersihkannya. 

            Maka dari itu alat vakum kolam sangat membantu loh! Vakum kolam akan membantu sobat untuk menyedot kotoran dan lumpur dasar kolam lebih praktis dan ringan. Anda cukup melakukan vakum kolam 1x sebulan dan mengganti air sebanyak 25%.

            Saat memperbaharui sistem filtrasi lama dengan yang baru dan lengkap juga sebaiknya dilakukan pengurasan terlebih dahulu! Agar filter barunya nanti bekerja dengan maksimal~

            Pond Vacuum

            Atau kalau ada yang berdomisili di bali bisa menghubungi divisi project kami di 

            https://baliaquaticsolutions.com/

            4. Ikan Terlalu Banyak di Dalam Kolam

             Seperti yang kita telah telah ketahui, ikan merupakan sumber utama nutrisi yang memberi makan alga. Jika sobat mengalami masalah dengan ganggang terus-menerus, mungkin sudah waktunya untuk mengurangi jumlah ikan di kolam. Mungkin sobat merasa sulit untuk berpisah dengan koi atau ikan mas kesayangan yang sudah lama sobat miliki, tetapi jika sobat memiliki terlalu banyak ikan, ini juga dapat menimbulkan masalah dengan kualitas air yang menyebabkan mudah sakit ikan sakit atau bahkan kematian mendadak setelah musim pancaroba.

            Sobat bisa memberikan beberapa ikan kepada teman atau tetangga yang mempunyai kolam. Jangan lupa untuk tahan keinginan beli ikan baru lagi yah! Dengan mengurangi jumlah ikan dan memberinya makan secukupnya akan memberikan dampak yang dignifikan bagi kolam!

            5. Kurangnya Tanaman di Kolam

            Dengan tidak adanya tanaman, alga akan merajalela memakan seluruh nutrisi baik di air sehingga mempercepat pertumbuhan dan perkembang biakkannya. Maka dari itu, dengan menambahkan tanaman air dengan daya serap nutrisi yang kuat dipermukaan/dipinggir kolam, secara tidak langsung akan merebut nutrisi yang dibutuhkan alga sehingga menghambat pertumbuhannya. 

            Tanaman air juga menaungi kolam, menyediakan tempat berlindung yang rindang bagi ikan dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih alami serta sejuk. Dengan jumlah dan jenis tanaman yang tepat, kolam ada akanbersih dan ekosistemnya seimbang.

             

            Alternatif Lainnya

            1. Menggunakan Cairan Pembasmi Alga

            Nah untuk pencegahan dan solusi praktis menghilangkan alga/lumut pada kolam, Sobat bisa menggunakan cairan pembasmi alga yang bisa sobat temukan di toko akuatik kepercayaan cepat. Contohnya ialah pembasmi alga merk Never Green. Selain menghambat pertumbuhan lumut yang ada di kolam, cairan ini juga mampu membasmi bakteri, virus, parasit, dan jamur. Dan juga dapat menghilangkan bau amis pada kolam loh!

            Never Green

                  2. Tambah Bacteria Pengurai

            Bakteria Nitrosomonas dan Nitrobacter dapat membantu menguraikan makanan yang belum terurai dan Lumpur di dasar kolam yang biasa menjadi makanan untuk Lumut. Maka itu dengan menambahkannya Bacteria, dapat membantu untuk memaksimalkan proses filtrasi dari kolam anda

            Multibac

            Prodibio

             

             

            Nah ternyata banyak yah yang mesti kita lakukan untuk sistem filtrasi yang baik dan memumpuni! Tentunya semua hasil kerja keras dan keribetan ini nantinya terbayar dong dengan hasil yang memuaskan. Hayoo daripada buat sistem filtrasi yang seadanya alias kurang lengkap, lebih baik ganti sistem filtrasinya mulai sekarang untuki memudahkan sobat dikemudian hari!

            Sekian dari kami, semoga artikel ini bermanfaat yah sobat akuatik!

            Untuk pembaca yang kami hormati, apakah ada topik yang perlu kami cover ya? Siapa tahu dapat membantu. Bisa tolong Isi Survey berikut ya (link Survey)

             

            Yoshua and Widya Here!, project ini didukung seutuhnya oleh Bali Reef Aquarium. Semoga informasinya dapat membantu kawan2 hobbyist ya. Kalau kalian merasa terbantukan, do let us know by DM via Instagram atau facebook ya

             


            Share this post



            ← Older Post


            Leave a comment

            Please note, comments must be approved before they are published.